Rabu, 11 Februari 2009

Asiknya dengan anak muda

Ni adalah pengalaman seks berikutnya dari WR, walaupun kita mempunyai prinsip
seks bebas, bukan berarti kita bisa ngentot dengan siap saja dan kapan saja.
Prinsip yang kita pegang adalah pasangan harus mengetahui dan menyetujui. Setiap
kali kita akan ngentot dengan orang lain kita harus minta ijin pasangan kita.
Perjanjian kita rupanya dilanggar oleh WR.
Saya mempunyai teman kerja dikantor namanya PRS, dia sangat muda dan seksi. Satu
hari saya harus pergi kekantor klien sampai sore, kita berjanji untuk bertemu
dirumah ortu saya. Seperti biasanya ketika saya ada ataupun tidak ada dikantor
WR sering datang untuk membantu membereskan dan melatih seketaris saya untuk
melakukan pekerjaan sesuai dengan keinginan saya. Ketika WR selesai dan ingin
pergi kerumah ortu saya, dia minta dipanggilkan taksi. Sebelum taksi dipanggil,
PRS baru saja akan pergi dan menawarkan untuk mengantarkan WR kerumah ortu saya.
Tawarannya tentu saja diterima dengan senang hati oleh WR. Ketika mereka sudah
berjalan, PRS menanyakan mau kemana, WR dengan bercanda mengatakan "Kemana saja
PRS mau, dan kalau tidak salah kita lewat motel kalau kita mau kerumah ortu
saya". PRS bilang , "anda serius nich!" Tapi saat itu PRS tidak membawa WR
kemotel.
Waktu WR menceritakan tentang pembicaraan mereka berdua, saya mengatakan jangan
melakukan hal tersebut, PRS adalah orang kantor saya, nanti suasana jadi tidak
enak. WR bilang tentu saya tidak akan melakukannya. Saya selalu mengingatkan WR
untuk tidak ngentot dengan PRS
Satu hari saya harus pergi ke kantor klien saya, saat itu WR sudah bekerja
part-time disebuah kantor di Sudirman. Saya menelpon WR dan menanyakan apa
rencana dia untuk makan siang? WR bilang kalau dia akan makan siang dengan teman
sekantornya.
Jam 4 sore saya kembali kekantor dan WR sudah ada dikamar kerja saya. Sambil
menciumnya saya menanyakan bagaimana makan siangnya. WR bilang "biasa biasa
saja". Tapi saya membaui asap rokok dibadan WR dan saya tau WR sudah tidak
merokok untuk waktu lama sekali. Komentar WR, direstauran banyak yang merokok,
saya anggap masuk akal juga. Dalam perjalanan pulang, yang memakan waktu kira
kira 45 menit, kita menceritakan tentang kesibukan hari kita, saya menceritakan
tentang pekerjaan saya dikantor klien. Waktu bagian WR cerita tentang kegiatan
dia, saya tanya dengan siapa dia pergi makan siang, terlihat WR agak ragu ragu
untuk mengatakan kepada saya dengan siapa dia makan siang. Ini bukan biasanya,
karena WR selalu cerita dengan siapa dia pergi makan. Saya jadinya mendesak WR
untuk memberitahu saya siapa yang menemani dia makan siang.
WR bilang bahwa ada yang harus diceritakan kepada saya, dan dia minta saya
jangan marah. Saya bilang tergantung dengan apa yang akan dia ceritakan. WR
bilang kalau dia pergi makan siang dengan PRS, jantung saya berdebar dengan
keras dan bertambah cepat waktu mendengar WR makan siang dengan PRS. Saya
meneruskan pertanyaan tentang tempat makan mereka. WR agak sulit untuk
mengatakan dimana dia makan dengan PRS. Tanpa menunggu jawaban saya langsung
menanyakan apa WR ngentot dengan PRS atau tidak. WR bilang dia tidak ngentot
dengan PRS. Saya bilang kalau dia ngentot dengan PRS saya akan turunkan dia
ditengah jalan dan lupain saja untuk pulang kerumah. WR tetap bilang tidak ada
apa apa dan saya mempercayai dia.
Selama perjalanan pulang saya terus memikirkan apa yang dikatakan oleh WR. Waktu
tidur malam, seperti biasanya kita tidak langsung tidur tapi cerita cerita
tentang apa saja dan sering dibarengi sambil saling pegang kontol dan memek.
Waktu saya pegang memeknya terasa sangat basah dan peliket. Saya angkat WR
keatas badan saya. Saya cium dan mengarahkan kontol saya kememeknya, rasanya
foreplay tidak perlu lagi saat ini karena memek WR sudah sangat basah. Saya
masukkan kontol kememeknya pelan pelan sambil menikmati perasaan hilang ditelan
memeknya.
Topik makan siang muncul lagi waktu kita lagi ngentot, saat itu WR bilang
sebetulnya dia dicium oleh PRS waktu makan siang dan WR menyukainya. Saya
bertanya apa lagi yang mereka lakukan. WR tetap mengatakan hanya ciuman. Tapi
nafasnya semakin cepat dan keras, saya menanyakan lagi apakah WR ngentot dengan
PRS atau tidak. Jawabannya tetap tidak, tapi saya mulai tidak percaya. WR mulai
menangis waktu saya menanyakan lagi, dan akhirnya dia bilang PRS tadi siang
ngentot dengan dia. Saya sangat marah karena WR ngentot dengan PRS tapi dalam
waktu yang bersamaan saya juga sangat terangsang. Saya tidak mengharapkan WR
ngentot dengan PRS karena sudah saya larang dan biasanya kita selalu menepati
perjanjian kita. Kemarahan saya, saya salurkan dengan mengentot WR keras keras
dan kasar. Saya pompa dia keras dan dalam dalam, saya rasa WR merasa sakit tapi
tidak berani bilang apa apa.
Saya minta WR menceritakan detail dari kejadian dengan PRS. WR bilang sebetulnya
mereka sudah membuat janji sehari sebelumnya untuk ketemu siang tadi untuk makan
siang dikantor WR. PRS menjemput WR dikantornya dan membawanya ketempat diluar
kantor. WR menanyakan kemana tujuan mereka dan PRS hanya bilang ketempat yang
enak. Mobil diarahkan kearah timur Jakarta dan masuk kedalam garasi motel,
rupanya PRS sudah menyiapkan terlebih dahulu. Walaupun sudah pernah dibawa oleh
orang lain ke motel, WR merasa gugup dan nerveous juga. PRS menuntun WR masuk
kedalam kamar dan WR merasa dengkul dan kakinya lemas sekali. Jantungnya
berdebar dengan keras dan cepat. Didalam PRS memesan makanan untuk berdua,
sambil menunggu pesanan, mereka duduk disofa, PRS melepaskan bajunya dan mencium
WR. WR nanya apa yang akan PRS lakukan? PRS hanya diam saja dan terus mencium,
WR membalas mencium PRS. Terdengar pintu diketuk, waiter membawa pesanan PRS.
Setelah waiter keluar, mereka berdua melanjutkan ciuman dan PRS berusaha untuk
melepaskan baju WR. WR berusaha menolak tapi tidak ada gunanya karena WR sudah
mulai terangsang oleh ciuman PRS. Baju WR akhirnya terlepas dan tinggal baju
dalam putih terusan yang sangat seksi. PRS meneruskan ciumannya sambil memainkan
tetek dan putting, Tetek WR nongol dari baju dalamnya dan PRS mulai menjilat dan
menghisap putingnya. Tangan PRS berusaha memegang memek WR tapi ditahan dan
dijauhkan oleh WR. PRS berusaha terus untuk memegang memek WR tapi berhasil
ditahan oleh WR.
PRS kemudian melepaskan celana panjangnya dan membawa WR ketempat tidur. Berdua
mereka berbaring bersebelahan. PRS kemudian berusaha untuk memegang memek WR
lagi tapi tetap ditolak, PRS hanya diberi untuk menjilat dan menghisap teteknya
saja. Isapan PRS akhirnya membuat WR bergerak, tangannya mengarah kekontol PRS,
kontol PRS masih didalam cdnya dan WR mendorong cd PRS sedikit kebawah. Kontol
PRS dielus dan diremas oleh WR. WR bilang kontol PRS lumayan tebal dan besar.
Terlihat lendir keluar dari kontol dan WR menggunakannya untuk membuat kontol
PRS jadi licin. WR kemudian turun kebawah dan menghisap kontol PRS. Isapan WR
membuat PRS mengerang dan keenakkan. WR sangat pintar menghisap kontol, itu yang
saya rasakan selama ini dibandingkan cewe lainnya.
PRS sudah tidak dapat menahan diri lagi, dan langsung dia naik katas badan WR
dan mencium WR. Cdnya dilepaskan dan menarik bagian bawah dari baju dalam WR,
dengan mudah bagian yang menutupi memek WR kancingnya terbuka dan memperlihatkan
jembut WR yang cukup tebal. Kedua tangan WR diangkat keatas kepala dan dipegang
oleh PRS. PRS bilang kalau WR tidak adil karena PRS tidak boleh ngapa ngapain,
tapi WR boleh isap kontol dia. Dengan sekali dorong tanpa dipegang kontol PRS
masuk kememek WR. WR sekarang dalam kesulitan karena kontol PRS mengisi memeknya
dengan penuh. WR bisa merasakan kalau memeknya benar benar diisi oleh kontol
PRS. Seperti yang WR bilang tadi kalau kontol PRs lumayan tebal dan ini membuat
seakan akan memeknya direnggangkan oleh kontol PRS. Dengan sekali dorong kontol
PRS masuk kedalam memek WR dan ini membuat WR mengerang dan mengoyangkan
kepalanya keenakkan.
WR menanggapi dorongan kontol PRS dengan mengangkat pantatnya tinggi tinggi,
membuat kontol masuk lebih dalam lagi. Ukuran kontol PRS benar benar cukup untuk
membuat WR merasa penuh dimemeknya. Mereka berdua bergulingan dikasur kadang
kadang WR diatas dan kadang kadang PRS diatas. Selama berguling kontol PRS tidak
pernah lepas dari memek WR. WR merasa kalau PRS pintar dalam bercinta dan
sedikit kasar tapi menyenangkan bagi dia. WR benar benar dibuat sebagai objek
seks oleh PRS dan WR tidak keberatan karena dia juga menikmati kontol PRS.
Kaki WR diangkat oleh PRS keatas bahunya tanpa melepaskan kontol dari memek.
Sekarang memek WR benar benar terbuka dan memudahkan untuk PRS memompa lebih
dalam lagi. PRS benar benar mengentot WR dengan keras dan kasar, sepertinya
paling keras dan kasar yang pernah dialami oleh WR. Capai dengan posisi tadi, WR
sekarang berada diatas dan mendorong kontol PRS kedalam memeknya sampai nyentuh
dan mendorong dinding dalam memek WR. PRS kemudian mendorong WR keatas sampai
akhirnya WR duduk diatas pangkuan PRS.
PRS dalam posisi duduk dan WR dalam posisi jongkok. Sekarang yang harus bergerak
adalah WR dan PRS hanya duduk saja sambil menghisap tetek WR. Posisi ini adalah
posisi yang juga disukai oleh WR. Kontol PRS ditekan dalam dalam lagi oleh WR
dan sampai habis kedalam. Memeknya dikecil besarkan sambil keluar masuk. Memek
WR benar benar ketat kalau dikecilkan oleh dia. Gerakan ini rupanya berdampak
terhadap kontol PRS. Dia minta WR berhenti sebentar karena PRS hampir keluar.
PRS katanya tidak suka kalau pertama kali ngentot keluar pejunya, dia lebih
senang menahan jadi bisa benar benar merasakan nantinya. Mungkin benar juga apa
yang dikatakan oleh PRS karena setiap kali WR ngentot sama orang lain, dia tidak
pernah keluar dan waktu diterusin oleh saya dirumah WR benar benar hot dan
aggresif. Sekali ini WR benar benar high dan dia mengentot saya dengan keras dan
kasar juga. Rupanya WR sangat suka cara PRS ngentotin dia tadi siang. Pengalaman
WR dengan PRS membuat kita berdua bersemangat dan mengentot terus menerus malam
itu. Saya sampai lupa berapa kali kita ngentot dan keluar malam itu. Yang saya
tahu besok paginya saya merasa sangat capai. Dan kita mengentot dengan penuh
semangat dihari hari berikutnya sambil membicarakan pengalaman WR dengan PRS.
原著: dede wandi

1 komentar: